Fakultas Syariah UIN Madura Gandeng Universiti Malaya Gelar International Visiting Lecturer
- Diposting Oleh Admin Web Fakultas Syariah
- Senin, 30 Maret 2026
- Dilihat 28 Kali
Pamekasan, 30 Maret 2026 — Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Madura sukses menyelenggarakan kegiatan Studium General sekaligus International Visiting Lecturer dengan mengangkat tema “Fiqh Nusantara and the Integration of Knowledge in Tarjuman: A Study of Madurese Ulama Manuscripts.” Kegiatan ini menghadirkan Dosen tamu internasional, Imamuddin, Lc., M.Sh., Ph.D., yang merupakan dosen Fiqih dan Applied Science di Universiti Malaya.
Acara yang berlangsung di lingkungan kampus ini dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, fakultas, dosen, serta mahasiswa Fakultas Syariah. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya internasionalisasi kampus sekaligus penguatan kajian keilmuan berbasis khazanah lokal pesantren Madura.
Dekan Fakultas Syariah UIN Madura, Muhammad Taufiq, Ph.D. dalam sambutannya turut menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat jejaring internasional serta meningkatkan kualitas akademik civitas akademika. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut sebagai bagian dari pengembangan keilmuan berbasis riset Madura yang mengglobal.
"Kegiatan International Visiting Lecturer dari Universiti Malaya ini merupakan langkah strategis menyonsong Fakultas Syariah Religius, Kompetitif dan Kolaboratif Asia Tenggara 2026. Di samping itu untuk memperkuat kolaborasi internasional seperti riset tentang Tarjuman ini merupakan riset manuskrip Ulama Kharismatik Madura, KH. Abdul Hamid Itsbat yang mampu dikenal secara internasional", ungkap Mas Dekan.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor I Bidang Akademik Maimun, Prof. Dr. Maimun, M.H.I., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan akademik bertaraf internasional ini. Ia menegaskan bahwa Fakultas Syariah menjadi fakultas pertama yang mengadakan International Visiting Lecturer dan memperkuat kolaborasi dengan akademisi luar negeri dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di UIN Madura.
“Studium General ini tidak hanya menjadi ruang transfer ilmu, tetapi juga sebagai momentum memperkuat integrasi keilmuan antara tradisi lokal pesantren dengan perkembangan akademik global. Ini sejalan dengan visi UIN Madura sebagai kampus pusat kajian Islam Madura yang unggul dan berdaya saing internasional,” ujarnya.
Ia juga mendorong mahasiswa untuk aktif memanfaatkan kesempatan tersebut dengan memperdalam kajian manuskrip ulama Nusantara sebagai bagian dari identitas intelektual bangsa.
Dalam pemaparannya, Imamuddin menekankan pentingnya memahami Fiqh Nusantara sebagai bentuk ijtihad kontekstual yang lahir dari interaksi antara teks keagamaan dan realitas sosial budaya masyarakat Indonesia. Ia juga mengangkat kajian Tarjuman sebagai salah satu manuskrip penting ulama Madura yang mencerminkan integrasi ilmu keislaman dengan kearifan lokal.
“Manuskrip ulama Madura bukan hanya warisan intelektual, tetapi juga representasi integrasi ilmu yang relevan untuk menjawab tantangan kontemporer,” ungkapnya dalam sesi kuliah umum.
Lebih lanjut, kegiatan ini juga menjadi ruang akademik untuk mendorong mahasiswa agar lebih aktif dalam penelitian manuskrip klasik serta mengembangkan pendekatan interdisipliner dalam studi hukum Islam. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan kritis dari peserta terkait relevansi Fiqh Nusantara di era globalisasi.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Fakultas Syariah UIN Madura kembali menegaskan komitmennya dalam mengintegrasikan tradisi keilmuan lokal dengan perspektif global, serta memperkuat posisi pesantren sebagai pusat produksi ilmu pengetahuan Islam yang moderat dan kontekstual.